Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Cara mengatasi anemia pada ibu hamil

Anemia adalah suatu kondisi di mana haemoglobin berada di bawah nilai normal. Anemia sering ditemukan pada anak-anak dan ibu hamil. Banyak factor yang menyebabkan anemia yaitu kekurangan zat besi, defisiensi asam folat dan vitamin B 12, bayi lahir premature atau memiliki berat badan lahir rendah. Penyebab utama terjadinya anemia dalah kekurangan zat besi. Besi merupakan zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin.

Status derajat kesehatan masyarakt dapat dilihat dari angka kematian ibu dan bayi. Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA) di Indonesia masih tinggi. Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2007, AKB sebesar 34 per 1.000 kelahiran hidup turun menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup pada SDKI tahun 2012, sedangkan AKABA 44 per 1.000 kelahiran hidup, turun menjadi 40 per 1.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2012).

Berat badan saat lahir merupakan salah satu indicator kesehatan bayi baru lahir. Berat badan lahir rendah atau berlebih akan mempunyai risiko yang lebih besar untuk mengalami masalah. Angka kejadian BBLR di Indonesia sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain yaitu berkisar antara 9-30% dan hasil studi di 7 daerah multicentre didapatkan angka BBLR berkisar 2,1-17,2%. Secara nasional berdasarkan SDKI angka BBLR sekitar 7,5%. Hasil Riskesdas 2013 masih dijumpai 10,2% bayi lahir dengan berat badan < 2500 gram (Kemenkes RI, 2013).

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup dari hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI, 2003). Penyebab kematian ibu ada 2, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Penyebab utama kematian maternal antara lain pendarahan pasca postpartum, eklampsi, penyakit infeksi, dan plasenta previa yang semua bersumber pada anemia defisiensi besi.

Cara mengatasi anemia pada ibu hamil dengan memberikan peningkatan pengatahuan tentang anemia misalnya, pemberian penyuluhan pada ibu hamil yang berpendidikan rendah menggunakan cara berbeda dengan penyuluhan yang dilakukan pada ibu hamil yang berpendidikan. Pengetahuan yang kurang tentang anemia mempunyai pengaruh terhadap perilaku kesehatan khususnya ketika seorang wanita pada saat hamil, akan berakibat pada kurang optimalnya perilaku kesehatan ibu hamil untuk mencegah terjadinya anemia kehamilan.

Banyak factor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya anemia kehamilan. Anemia disebabkan: kurangnya gizi (malnutrisi), kurang zat besi dalam diet, malabsorpsi, kehilangan darah yang banyak saat persalinan atau haid yang lalu, dan penyakit kronik seperti : TB paru, cacing usus, dan malaria. Tingkat kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe atau tablet zat besi oleh ibu hamil mempunyai pengaruh terhadap kejadian anemia.

Cara mengatasi anemia pada anak apalagi bagi anak yang sulit mengkonsumsi kurang beragam dengan menu makanan yang terdiri dari nasi, kacang-kacangan dan sedikit daging, unggas, ikan yang merupakan sumber zat besi sebaiknya dikreasikan agar anak mau mengkonsumsinya.

You May Also Like

Avatar

About the Author: @ly

Seorang yang sedang belajar dibidang Kesehatan Masyarakat, Menyukai hal-hal dibidang IT, Blogger, dan Traveller Blogging. Suka berbagi hal baru yang bermanfaat bagi orang lain dan tertarik dengan dunia marketing online khususnya Search Engine Optimization.